PT. SENTANG RAYA INDONESIA merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak dalam bidang agrobisnis berupa pengolahan karet dan merencanakan akan membangun pabrik Crumb Rubber kapasitas pengolahan 3.000 ton/bulan, serta memasarkannya dalam bentuk Crumb Rubber spesifikasi SIR 20. Lokasi proyek tersebut terletak di Kelurahan Perdagangan-I, Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun, propinsi Sumatera Utara.

Pengembangan Industri Karet Indonesia

Karet merupakan salah satu komiditi perkebunan penting, baik sebagai sumber pendapatan, kesempatan kerja dan devisa, pendorong pertumbuhan ekonomi sentra-sentra baru di wilayah sekitar perkebunan karet maupun pelestarian lingkungan dan sumberdaya hayati. Namun sebagai negara dengan luas areal terbesar dan produksi kedua terbesar dunia, Indonesia masih menghadapi beberapa kendala, yaitu rendahnya produktivitas, terutama karet rakyat yang merupakan mayoritas (91%) areal karet nasional dan ragam produk olahan yang masih terbatas, yang didominasi oleh karet remah (crumb rubber). Rendahnya produktivitas kebun karet rakyat disebabkan oleh banyaknya areal tua, rusak dan tidak produktif, penggunaan bibit bukan klon unggul serta kondisi kebun yang menyerupai hutan. Oleh karena itu perlu upaya percepatan peremajaan karet rakyat dan pengembangan industri hilir.

Prospek dan Peluang Pasar

Berdasarkan hasil kajian IRSG (International Rubber Study Group), permintaan atau konsumsi karet dunia meningkat tajam menjadi 20 juta ton pada tahun 2006; diproyeksikan 24 juta ton pada tahun 2010 dan menjadi 30 juta ton pada tahun 2020. Di sisi lain, sebagai akibat meningkatnya permintaan/konsumsi, dan meningkatnya harga Karet Synthetis (KS) karena kenaikan harga minyak bumi, maka telah terjadi peningkatan harga karet alam secara tajam. Harga karet alam yang pernah terpuruk mencapai US $ 0,46/kg pada tahun 2001, harganya mulai membaik pada tahun 2002 (berkisar US $ 0,70/kg) meningkat lagi menjadi berkisar US $ 1,20/kg pada tahun 2006 dan meningkat kembali hingga mencapai kisaran US $ 2/kg (Standar Malaysian Rubber).

Lebih lanjut disampaikan bahwa hasil kajian IRSG menunjukkan terjadi trend peningkatan yang tajam dalam share karet alam terhadap total permintaan karet dunia dari tahun 2003 hingga 2006 (42,5%), dibandingkan sharenya dari tahun 2001 hingga 2003 yang relative tetap pada kisaran 41% dari total permintaan karet dunia. Total konsumsi karet alam pada tahun 2006 berkisar 8,2 juta ton dan diperkirakan meningkat jadi 9-9,5 juta ton pada tahun 2010 serta diproyeksikan mencapai 12 juta ton pada tahun 2020. Faktor utama peningkatan permintaan terhadap karet alam adalah peningkatan industry produk-produk berbahan baku karet (ban mobil, sarung tangan, foam, benang karet, dll), khususnya di Negara-negara new emerging economies seperti China dan Korea.

Strategi Pemasaran yang diterapkan oleh PT. SENTANG RAYA INDONESIA dalam upaya mencapai target pasar yang telah ditentukan antara lain sebagai berikut :

–  Harga Jual

Pihak manajemen dalam menentukan harga jual crumb rubber didasarkan atas jenis crumb rubber serta harga pasar yang berlaku di pasar spot dunia. Harga jual crumb rubber jenis SIR-20 yang ditetapkan sebesar USD 167,5 cent/Kg (didasarkan atas rata-rata harga jual crumb rubber per Desember 2006). Harga jual diasumsikan setiap tahunnya mengalami kenaikan sebesar 1,5%.

–  Kualitas Produk

Untuk menjaga dan menjamin mutu produk dengan mempertimbangkan kepuasan konsumen maka dilakukan kegiatan peningkatan mutu secara berkesinambungan dengan penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9002. Selain itu dilakukan control kualitas (QC) secara ketat sehingga produk yang dihasilkan selalu dapat dijaga kualitasnya sesuai dengan standar yang berlaku.

–  Saluran Distribusi

Dalam memasarkan hasil produknya, PT. SENTANG RAYA INDONESIA berencana menjual crumb rubber tersebut ke pasar internasional dengan melakukan kerjasama dengan perusahaan yang telah memiliki sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9002 serta saluran distribusi pasar yang cukup baik, dimana pangsa pasar yang dituju antara lain China, India, Korea, Jepang, Kanada dan Amerika.